Sesuai dengan judulnya, kali ini mimin Kotak Ilmu akan menjelaskan pengertian atau definisi dari Kinematika dan Dinamika di dalam ilmu fisika. Biasanya Kinematika dan Dinamika dapat kita temukan di gerak.
Apa itu Kinematika dan Dinamika di dalam Ilmu Fisika ?
KINEMATIKA
Kinematika adalah cabang dari mekanika klasik yang membahas gerak benda dan sistem benda tanpa mempersoalkan atau memperhatikan gaya penyebab gerakan. Kata kinematika sendiri dicetuskan oleh fisikawan Perancis A.M. Ampere yang ia ambil dari Yunani Kuno κίνημα, kinema (gerak), diturunkan dari κινεῖν, kinein.
DINAMIKA
Dinamika adalah cabang dari ilmu fisika (terutama mekanika klasik) yang mempelajari gaya dan torsi dan efeknya gerak. Pengertian umumnya yaitu ilmu yang mempelajari gerak dengan memperhatikan atau melibatkan gaya sebagai penyebab benda berpindah.
Apa itu Kinematika dan Dinamika di dalam Ilmu Fisika ?
KINEMATIKA
Kinematika adalah cabang dari mekanika klasik yang membahas gerak benda dan sistem benda tanpa mempersoalkan atau memperhatikan gaya penyebab gerakan. Kata kinematika sendiri dicetuskan oleh fisikawan Perancis A.M. Ampere yang ia ambil dari Yunani Kuno κίνημα, kinema (gerak), diturunkan dari κινεῖν, kinein.
DINAMIKA
Dinamika adalah cabang dari ilmu fisika (terutama mekanika klasik) yang mempelajari gaya dan torsi dan efeknya gerak. Pengertian umumnya yaitu ilmu yang mempelajari gerak dengan memperhatikan atau melibatkan gaya sebagai penyebab benda berpindah.
Pada artikel kali ini, Kotak Ilmu akan memberikan artikel tentang " 45 Butir - Butir Pancasila " Dahulu butir - butir Pancasila hanya terdiri dari 36 butir dan semenjak tahun 2003, berdasarkan Tap MPR No. I/MPR/2003 ditambah menjadi 45 butir.
Sebagai warga negara Indonesia yang baik, sebaiknya kita harus mengamalkan butir - butir Pancasila sebagai pedoman dalam menghayati dan mengamalkan nilai - nilai luhur yang terkandung didalamnya
Berikut adalah 45 Butir - Butir Pancasila,
Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
- Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
- Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
- Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
- Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
- Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
- Berani membela kebenaran dan keadilan.
- Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila ketiga: Persatuan Indonesia
- Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
- Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
- Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
- Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
- Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
- Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
- Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaran / perwakilan
- Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
- Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
- Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
- Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
- Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
- Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
- Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
- Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
- Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
- Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
- Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
- Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
- Menghormati hak orang lain.
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
- Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
- Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
- Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
- Suka bekerja keras.
- Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
- Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
ASAL - USUL KOTA SALATIGA ( Bahasa Jawa )
Diceritakake wonten zaman
riyen, nalika Semarang anggadahi Adipati kanthi asma Pandanarang II ingkang
nggadhahi isteri ingkang lakung kagungan nami Nyai Pandanarang. Piyambakipun
dikenal dados Adipati ingkang jujur, ananging ugi remen dening banda
dunya.
Sifat kirang sae Adipati
menika kamireng dening Sunan Kalijaga, satiyang wali ingkang arif sanget saha
wicaksana. Sunan Kalijaga kangungan pangangkah ngelingaken Pandanarang II
kaliyan ngremeng utawi nylamur dados tukang ngarit suket. Nalika medal ing
plataran Kadipaten, Adipati Pandanarang II ngenyang suketipun kanthi regi
andhap sanget.
Panyade rumput punika
sarujuk uga ngaturaken rumputipun wae ing kandang. Sadereng kesah, piyambakipun
nyimpin arta gangsal sen ing antawis tumpukan suket aau. Arta kesebat
dipunpanggihaken dening abdi dalem Pandanarang II ingkang banjur lapor kedadean
menika dhateng Adipati Pandanarang II.
Kedadosan menika terus
mawon kedadosan salebetipun setunggal minggu. Pandanarang II gumun kenging
punapa bakul suket kesebat mboten nate nakokake wonten pundi artanipun. Nalika
bakul suket punika wangsul malih, Pandanarang nangletaken asal saking bakul
suket menika. Piyambakipun ugi nangletaken kenging punapa piyambakipun kados
mboten mbetahaken arta. Bakul suket ingkang mboten sanes nggeh menika Sunan
Kalijaga nuli njawab pitakon saking Pandanarang menawi piyambakipun mboten
betah banda ndunya ingkang luwih, amargi sedayanipun mboten enten ingkang
lestantun. Piyambakipun ugi sanjang menawi enten Emas ingkang sampun ditanem
ing lebet plataran kadipaten.
Pandanarang lajeng duka
mireng wangsulan punika. Piyambakipun rumaos saweg diece dening bakul suket
punika. Nanging, kasunyatane, tembung-tembung tiyang punika leres. Enten Emas
ing lebet siti kadipaten. Akhiripun, Adipati Pandanarang nyumerepi menawi
tiyang punika nggeh menika Sunan Kalijaga. Adipati punika lajeng nyuwun
pangapunten uga nyuwun konjuk dados murid Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga
ngijinaken kahti syarat supados Pandanarang cucul saking katrisnan banda ndunya
ingkang inuwih.
Isteri Adipati ugi kersa
ndherek semahipun. Nanging, piyambakipun mboten sudi mengker banda ndunyanipun
uga ngabritaken dhateng tiyang fakir. Piyambakipun ngengken semahipun budhal
langkung rumiyen. Lajeng, Nyai Pandanarang ndelekake Emas ing lebet tekenipun
ingkang kedamel saking pring.
Ing radin, piyambake
sedaya diadang dening telung perampok ingkang badhe ngrampok Kanjeng Sunan lan
Adipati, ananging Sunan Kalijaga lajeng ngendika:
“Yen siro pengen bondo,
tunggunen. Sedelo maneh, bakal lewat wong wadon tuo. Cegaten. Siro kabeh bakal
oleh Emas saka teken pring sing digawa piyambake”.
Lajeng mboten dangu, Nyai
Pandanarang mlampah kaliyan tekenipun. Perampok banjur nyegat uga ngrampok
teken saking pring menika ingkang Nyai Pandanarang cepeng.
Nyai Pandanarang mboten
saget tumindak menapa-menapa kajawi nglepasake bandanipun. Nalika kepanggih
kaliyan semahipun uga Sunan Kalijaga, piyambakipun nyeriosaken kedadosan wau
kaliyan nangis.
“Panjenengan mboten
mirengaken pangandikan semah njenengan. Konjuk ngguru kaliyan kula, panjenengan
kedah mengker banda ndunya. Dados, kedadean niki wae salah panjenengan
piyambak,” ngendikan Sunan Kalijaga.
Konjuk ngeling kedadosan
kesebat, Sunan Kalijaga paring nami daerah punika kaliyan nami Salah Telu
amergi enten tigang tiyang ingkang numindakake kalepatan ing mriki, nggeh
menika panjenengan piyambak, semah panjenengan, uga para perampok wau.
Mbenjang, wonten ing mriki badhe dados kitha ingkang rame,” ngendikan Kanjeng
Sunan.
ABOUT AUTHOR
Follow us
POPULAR POSTS
-
Pada artikel kali ini, Kotak Ilmu akan memberikan artikel tentang " 45 Butir - Butir Pancasila " Dahulu butir - butir Pancas...
-
Sesuai dengan judulnya, kali ini mimin Kotak Ilmu akan menjelaskan pengertian atau definisi dari Kinematika dan Dinamika di dalam ilmu fis...






